Rabu, 23 Mei 2012

tokoh-tokoh dan manfaat logika dalam kehidupan



    Add caption
     TOKOH-TOKOH LOGIKA

    A.   Aristoteles (384-322 SM): mempelopori perkembangan logika sejak awal.
    B.    Boethlus (489-524 M): menterjemahkan buku logika dari bahasa yunani ke bahasa latin.
    C.    Al-Farabi (873-950 M): menterjemahkan karya aristoteles secara menyeluruh menjadi 4 judul buku : Kutubul manthiqil-tsamaniat: Muqaddamat Isaguji Allati Wadha’aha Purpurius; Risalat-filmanthiqi, al-qaulu fi saraaitil-yaqini (merumuskan syarat-syarat kombinasi dari Aristoteles) dan Risalat filQias, fushulun Yatalju ilaiha fi shina’atil-Manthiki (membahas bentuk-bentuk silogisme dan merumuskan persyaratan berdasarkan buku Aristoteles).
    D.   Joan stuart Mill : mempertemukan system induksi dengan system deduksi
    E. George Boole dan Augustus de Morgan : menggunakan symbol-simbol dalam analisis matematis secara luas dan de Morgan mengembangkan tentang relasi dan negasi
    F.      John Venn : menyempurnakan analisis logis dari Boole dengan merancang diagram lingkaran yang kemudian dikenal dengan diagram Venn untuk menggambarakan hubungan-hubungan dan memeriksa sahnya penyimpulan dari silogisme

    Guna dan mamfaat Logika

    Beberapa kegunaan mempelajari  logika adalah :
    1.      Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tepat, tertib, metodis, dan koheren;
    2.      Meningkatkan kemapuan berpikir secara abstraj cermat dan objektif;
    3.      Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri;
    4.      Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kekeliruan serta kesesatan (Rapar,1960 manfaat teoritis : sebagai ilmu menyejikan dalil-dalil, hokum berpikir logis dan mengajarkan berpikir yang seharusnya.
    Manfaat praktis: akal semakin tajam dan tinggi kemampuannya (kritis) dalam hal imajinasi logis. Imajinasi logis adalah kemampuan akal untuk menggambarkan kemungkinan terjadinya sesuatu sebagai keputusan akal yang benar dan runut (konsisten)

    5. PEMBAGIAN LOGIKA

    Menurut The Liang Ghie (1980) logika dapat dikatagorikan menjadi lima macam yaitu :
    a.       Logika makna luas dan logika makna sempit. Logika dalam makna sempit semakna dengan logika dedutif atau logika formal, sedangkan dalam arti luas pemakaiannya mencakup kesimpulan dari berbagai bukti dan bagaimana system-sistem penjelasan di susun dalam ilmu alam serta meliputi pula pembahasan logika itu sendiri.

    dalam arti luas logika juga dapat dipakai untuk menyebut tiga cabang filsafat sekaligus :
    a. asas paling umum mengenai pembentukan pengertian inferensi, dan tatanan (logika formal dan simbbolis)
    b. sifat dasar dan syarat pengetahuan terutama hubungan antara budi dengan objek yang diketahui, ukuran kebenaran, dan kaidah-kaidah pembuktian (epistomologi)
    c. metode-metode untuk mendapatkan pengetahuan dalam penyelidikan ilmiah (metodologi)
    b.      Logika deduktif dan induktif.
    logika deduktif adalah logika yang mempelajari asas-asas penalaran yang menurunkan kesimpulan sebagai keharusan dari pangkal pikirnya sehingga bersifat betul menurut bentuknya saja. Logika  induktif adalah bentuk penalaran atau penyimpulan yang berdasarkan pengamatan terhadap sejumlah kecil hal atau anggota suatu himpunan untuk tiba pada suatu kesimpulan yang diharapkan berlaku umum untuk semua hal, atau seluruh anggota himpunan itu, tetapi sifat kesimpulannya hanya boleh jadi saja.
    c.       Logika formal dan Logika Material
    logika formal mempelajari asas atau aturan atau hokum-hukum berpikir yang harus di taati, agar orang dapat berpikir dengan benar dan mencapai kebenaran. Logika formal sering juga disebut dengan logika minor. Logika material mempelajari langsung pekerjaan akal, serta menilai hasil-hasil logika formal dan mengujinya dengan kenyataan praktis yang sesungguhnya, disebut juga sebagai logika mayor. Saat ini logika formal dikenal sebagai ilmu yang mengandung kumpulan kaidah-kaidah cara berpikir untuk mencapai kebenaran.
    d.      Logika Murni dan Logika Terapan
    logika murni (pure logic) adalah ilmu tentang efek terhadap anti terhapad pernyataan dan sebagai akibatnya terhadap kesahan dari pembuktian dari sebagian dan segi dari pernyataan dan pembuktian, kecuali arti-arti tertentu dari istilah yang termuat didalamnya (The Liang Ghie, 1980). Logika terapan adalah pengetahuan logika yang diterapkan dalam cabang ilmu, bidang filsafat dan juga dalam pembicaraan yang mempergunakan bahasa sehari-hari.
    e.       Logika Filsafat Dan Logika Matematik
    logika filsafat dapat digolongkan sebagai suatu ragam  atau bagian logika yang masih berhubungan erat dengan pembahasan dalam bidang filsafat. Logika matematik merupakan ragama logika yang menelaah penalaran yang benar dengan menggunakan metode mathematic serta bentuk lambing yang khusus dan cermat untuk mengghindarkan makna ganda atau kekeburan yang terdapat dalam bahasa biasa.




    2 komentar:

    1. apakah bisa dipaparkan pengertian logika dari para ahli-ahli minimal 5 para ahli. saya tunggu, thank.GBU

      BalasHapus
    2. apakah bisa dipaparkan pengertian logika dari para ahli, minimal 5 para ahli, thank.GBU

      BalasHapus

    silakan kawan-kawan berkomentar, dan saya mengharapkan saran serta kritikan dari kawan-kawan, karena artikel saya hanya sebatas materi saja, jika kawan-kawan ingin menambahkan, kawan-kawan bisa meninggalkan komentar disini..